Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (Tetap)

December 4th, 2013 No comments

Yang bertanda tangan di bawah ini, masing-masing*):

1. Nama : [...................................]
Alamat : [...................................]
Jabatan : [...................................]

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama [....................] berkedudukan di [..........], selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA.

2. Nama : [...................................]
Alamat : [...................................]

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas namanya sendiri selanjutnya disebut PIHAK KEDUA.

Pada hari ini [......], tanggal [......] bulan [.......] tahun [....], dengan memilih dan mengambil tempat di kantor [............], PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA setuju dan sepakat untuk mengikatkan diri dalam satu perjanjian kerja dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut.

PASAL 1

1. Perjanjian kerja ini adalah perjanjian kerja untuk waktu tidak tertentu (PKWTT) dengan masa percobaan [..........] bulan yang dihitung sejak penandatanganan surat perjanjian ini.

2. Selama masa percobaan PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dapat mengakhiri secara sepihak hubungan kerja tanpa ada tuntutan imbalan dalam bentuk apa pun juga dari pihak lainnya.

PASAL 2

1. Jenis pekerjaan yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA adalah pekerjaan [...............................] PT [.......................................].

2. Dengan memperhatikan kemampuan dan keterampilan PIHAK KEDUA maka PIHAK PERTAMA dapat memberikan pekerjaan lain di lingkungan PT [......................].

PASAL 3

1. PIHAK PERTAMA menyatakan sanggup memberikan gaji sebesar Rp [................] setiap bulan kepada PIHAK KEDUA yang dibayarkan pada setiap tanggal [.....] setiap bulan.

2. Apabila tanggal pembayaran gaji tersebut jatuh pada hari libur atau yang diliburkan maka pembayaran upah dimaksud dilakukan pada hari kerja sebelumnya.

3. PIHAK PERTAMA menyatakan akan memberikan tunjangan transportasi dan makan sebesar Rp [................] setiap kehadiran kerja PIHAK KEDUA.

4. Tunjangan sebagaimana disebut pada ayat 1 tidak akan diberikan apabila PIHAK KEDUA tidak hadir untuk bekerja kecuali karena PIHAK KEDUA ditugaskan PIHAK PERTAMA untuk melakukan tugas dinas di lingkungan kerja.

PASAL 4

1. Hari kerja normal adalah [..................] hari kerja dalam tujuh hari kalender.
2. Jam kerja normal dimulai pada pukul [........] WIB dan berakhir pada pukul [................] WIB termasuk [...........] jam istirahat.

PASAL 5

1. Dalam hal tersedia pekerjaan yang harus segera diselesaikan atau bersifat mendesak, dan PIHAK KEDUA diharuskan masuk kerja maka kelebihan jam kerja harus diperhitungkan sebagai jam lembur.

2. Penghitungan besarnya uang lembur harus didasarkan pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.

3. Pembayaran uang lembur akan dibayarkan bersamaan dengan pembayaran gaji yang akan diterima PIHAK KEDUA.

PASAL 6

1. PIHAK PERTAMA wajib mengikut sertakan PIHAK KEDUA pada program Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) yang mencakup:
Jaminan hari tua.
Jaminan kecelakaan kerja.
Jaminan kesehatan.
Jaminan kematian.

2. Hak dan kewajiban PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dalam pengikut sertaan pada program Jaminan Sosial Tenaga Kerja tersebut mengacu pada ketentuan yang berlaku.

PASAL 7

1. PIHAK KEDUA berhak mendapatkan cuti selama [...] hari kerja setelah PIHAK KEDUA bekerja selama [...] bulan secara terus menerus.

2. Apabila PIHAK KEDUA menggunakan hak cutinya sebagaimana diatur dalam ayat 1 harus diajukan selambat-lambatnya [...] hari kerja sebelum pelaksanaan cuti dengan mendapat pengesahan berupa tanda tangan dan izin dari atasan langsung PIHAK KEDUA.

PASAL 8

1. PIHAK KEDUA menyatakan bersedia dan sanggup bekerja pada PIHAK PERTAMA serta mematuhi dan mentaati seluruh peraturan tata tertib yang ditetapkan oleh PIHAK PERTAMA.

2. Apabila PIHAK KEDUA melakukan pelanggaran atas peraturan dan tata tertib yang telah ditetapkan oleh PIHAK PERTAMA maka atas pelanggaran tersebut PIHAK KEDUA dapat menjatuhi hukuman sebagai berikut.
a. Peringatan baik lisan maupun tertulis; atau
b. Skorsing, atau
c. Pemutusan Hubungan Pekerjaan (PHK), atau
d. Hukuman dalam bentuk lain dengan merujuk kepada Peraturan Pemerintah yang mengaturnya.

PASAL 9

Selama berlakunya perjanjian kerja ini, PIHAK KEDUA dilarang untuk melakukan kerja rangkap diperusahakan lain dengan alasan apapun juga, kecuali apabila PIHAK KEDUA telah mendapat persetujuan secara tertulis dari PIHAK PERTAMA.

PASAL 10

Pemutusan hubungan kerja antara PIHAK PERTAMA dengan PIHAK KEDUA dapat dilakukan dengan tetap mengindahkan prosedur, syarat-syarat dan konsekuensi pengakhiran hubungan kerja sesuai ketentuan undang-undang ketenagakerjaan.

PASAL 11

1. Perjanjian kerja ini akan berakhir dengan sendirinya jika PIHAK KEDUA meninggal dunia.

2. Meninggalnya PIHAK PERTAMA tidak dapat menjadi alasan untuk mengakhiri perjanjian kecuali atas persetujuan tertulis PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA berhak mendapat kompensasi sesuai dengan ketentuan peraturan ketenagakerjaan.

3. Pengakhiran perjanjian dikarenakan PIHAK KEDUA meninggal dunia sebagaimana diatur pada ayat 1 maka seluruh hak atas kompensasi pengakhiran hubungan kerja tersebut menjadi hak ahli waris yang sah dari PIHAK KEDUA.

PASAL 13

Perjanjian kerja ini batal dengan sendirinya jika karena keadaan atau situasi yang memaksa, seperti: bencana alam, pemberontakan, huru-hara, kerusuhan, peraturan pemerintah atau apa pun yang mengakibatkan perjanjian kerja ini tidak mungkin lagi untuk diwujudkan.

PASAL 12

1. Perjanjian ini dan segala akibat hukumnya, hanya tunduk pada hukum dan ketentuan-ketentuan yang berlaku di Negara Republik Indonesia.

2. Apabila terjadi perselisihan atas penafsiran dan atau pelaksanaan atas perjanjian ini diselesaikan secara musyawarah.

3. Dalam hal musyawarah seperti yang tersebut dalam ayat 2 tidak tercapai maka para pihak sepakat untuk memilih domisili hukum yang tetap pada kantor kepaniteraan Pengadilan Hubungan Industrial [....................] untuk menyelesaikan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

 PASAL 13

Demikian perjanjian ini dibuat oleh para pihak dalam keadaan sadar, sehat jasmani dan rohani serta tanpa paksaan dari pihak manapun dalam rangkap 2 (dua) dan masing-masing bermaterai cukup dan mempunyai kekuatan hukum yang sama.

PIHAK PERTAMA                                                          PIHAK KEDUA

[ .........................]                                                     [............................]

Categories: Uncategorized Tags:

Surat Kontrak Artis

November 15th, 2013 No comments

SURAT PERJANJIAN

 

 

Nama                                     :

No. KTP                                 :

Nama Persatuan/Syarikat  :

Alamat                                   :

No.Handphone                    :

Fax                                         :

Artis Pilihan (1)                   :

(2)                   :

 

Syarat-syarat Perjanjian :

 

  1. Pihak …… Events & Entertaiment tidak akan terlibat dalam segala acara pemohon.

 

  1. Pihak …… Events & Entertainment hanya akan terlibat dalam pengurusan Artis.

 

  1. Jika pemohon mengambil plan A, deposit sebanyak 50% dari pada harga tawaran perlu dibayar terlebih dahulu. Pihak ….. Events & Entertaiment akan berhak mengambil selebihnya setelah acara selesai.

 

  1. Jika pemohon mengambil plan B, pembayaran pengurusan persatuan …. Events & Entertaiment harus dibayar terlebih dahulu. Pembagian keuntungan berdasarkan harga yang disetujui oleh kedua belah pihak setelah ditolak harga pelaksanaan acara.

 

  1. Pihak syarikat tidak akan terlibat dalam mencari pekerjaan bagaimana acara pemohon khidmat.

 

  1. Keselamatan Artis menjadi tanggungjawab bersama Pemohon dan Syarikat…… Events & Entertaiment.

 

  1. Segala perubahan harus dibincang terlebih dabulu sebelum suatu keputusan baru di buat.

 

  1. Pembatalan apa-apa aturcara yang telah dipersetujui oleh pihak pemohon selepas 30 hari dari tarikh perjanjian ditandatangani. Pihak Joy Events & Entertaiment, tidak akan mengembalikan wang deposit mengikut Plan A atau wang pengurusan Artis mengikut plan B.

 

  1. Pihak …. Events & Entertaiment TIDAK bertanggungjawab jika berlakunya sebarang masalah akibat pihak pemohon melanggar syarat-syarat perjanjian.

 

10. Jika berlakunya Perlanggaran syarat-syarat perjanjian oleh pihak pemohon, Perjanjian tersebut secara autometik terbatal dan kos pengurusan syarikat … Events & Entertaiment harus dibayar oleh pihak pemohon.

 

Dengan ini saya mengakui butir-butir diatas adalah benar dan bersetuju dengan syarat-syarat perjanjian di atas.

 

Yang Benar

 

 

 

( ……………….. )

 

 

Categories: Uncategorized Tags:

Memahami Surat Kontrak Kerja

August 27th, 2013 No comments

Surat kontrak kerja merupakan salah satu dari jenis surat resmi. Sehingga mempunyai kekuatan hukum yang mengikat. Supaya bisa menjadi sandaran hukum bila terjadi perselisihan. Walaupun masih bersifat kontrak kerja wajib bagi suatu perusahaan mengeluarkan surat tertulis, tidak hanya menyampaikannya secara lisan yang tidak mempunyai bukti yang bisa menjadi pegangan hukum.

Surat kontrak kerja sangat penting kedudukannya antara kedua belah pihak. Dengan surat tersebut mereka mengikatkan diri dalam sebuah perjanjian yang harus disepakati dan dilaksanakan oleh kedua belah pihak. Karena berbagai hak dan kewajiban akan tercantum dan menjadi wajib untuk ditaati kontrak kerja tersebut. Dan bila muncul sengketa bisa diselesaikan berdasarkan hukum dan undang-undang yang berlaku.
Perhatikan Detail Isi Surat
Pada umunya surat kontrak kerja terdapat empat poin penting. Seperti, Kepala Surat, Pembuat Kontrak, Isi Surat, Tanda Tangan kedua belah pihak. Berikut ini penjelasan poin-poin penting dalam kontrak kerja yang mesti diperhatikan.

1. Kepala Surat
Pada bagian ini akan memuat kop perusahaan yang menampilkan nama, logo perusahaan dan alamat lengkapnya. Setelah itu dibawahnya akan tertera kota pembuatan surat,hari, tanggal, bulan dan tahun dibuatnya perjanjian tersebut. Dengan keterangan waktu yang terperinci akan menentukan kapan kontrak itu akan berakhir.
2. Pembuat Kontrak
Memberikan penjelasan secara lengkap antara kedua belah pihak. Mencantumkan nama lengkap, alamat, jabatan, divisi dan sebagainya. Data tersebut menjelaskan dengan siapa Anda melakukan kesepakatan.
3. Isi Kontrak
Poin ini sangat penting dicermati karena akan memuat hak dan kewajiban kedua belah pihak. Jangan ragu menanyakan bagian yang kurang dipahami atau tidak disepakati. Dengan demikian Anda tak ragu lagi melangkah dan bekerja lebih baik.
4. Tanda Tangan Kedua Belah Pihak
Bagian akhir ini adalah bentuk kesepakatan bersama yang bisa menjadi prosedur dalam bekerja. Jangan terburu-buru memberikan tanda tangan sebelum memahami isi kesepakatan. Mintalah waktu untuk lebih menyakini, agar tidak terjadi kesalahpahaman di kemudian hari. Jika perlu, mintalah pendapat dari berbagai sumber, bisa dari orang tua, sahabat atau rekan sepekerja. Masukan mereka bisa menjadi pertimbangan atau bahan negosiasi dengan perusahaan. Bila memang perusahaan memberikan kesempatan itu.

Perhatikan Masa Berlakunya
Biasanya dalam surat kontrak kerja juga mencantumkan waktu berlakunya dalam kurun tertentu. Sehingga jika melewati waktu yang telah ditentukan dalam kontrak kerja wajib menyelesaikan segala hak dan kewajiban kedua belah pihak. Namun, jika kesepakatan akan dilanjutkan wajib membuat surat baru sehingga tetap memiliki nilai di mata hukum. Karena tanpa pembaharuan dikhawatirkan terjadi penggunaan kelemahan yang tidak bertanggungjawab. Perbuatan mengingkari sebuah perjanjian yang tertera dalam kesepakatan bersama bisa dikenakan hukuman perdata yang dikenal dengan istilah wanprestasi.

Categories: Uncategorized Tags:

PERJANJIAN SURAT KONTRAK KERJA III

May 23rd, 2013 No comments

SURAT PERJANJIAN KONTRAK

 

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

 

Nama               :

Nip                  :

Perusahaan      :

Alamat                        :

 

Dengan ini menyatakan kesedian kami untuk menjadi:

  1. Sponsor Tunggal            (                      )
  2. Sponsor Utama             (                      )
  3. Co-Sponsor                    (                      )

 

Dalam kegiatan ……………………………………………………. Dan menyetujui segala perjanjian yang sudah diatur pada proposal.

 

Demikianlah Surat Perjanjian Kontrak ini dibuat untuk dapat di pergunakan sebagaimana mestinya.

 

………………., ……………………

 

Pemberi Kontrak                                                         Penerima Kontrak

 

 

 

 

(Nama Jelas)                                                                (Nama Jelas)

 

 

Categories: Uncategorized Tags: